Resume Artikel Ilmiah “Manual handling problem identification in mining industry: an Ergonomic perspective”

 


Artikel ilmiah berjudul "Manual Handling Problem Identification in Mining Industry: An Ergonomic Perspective" membahas identifikasi masalah penanganan manual dalam industri pertambangan batubara, dengan fokus pada sebuah tambang di Kalimantan Selatan, Indonesia, dari perspektif ergonomi. Penelitian ini menyoroti betapa pentingnya penerapan prinsip-prinsip ergonomi di lingkungan kerja yang dinamis dan penuh risiko seperti industri pertambangan, di mana pekerja sering kali harus berhadapan dengan kondisi yang ekstrem, yang berpotensi menyebabkan cedera muskuloskeletal (MSD).

Industri pertambangan batubara, terutama di Indonesia, memiliki karakteristik pekerjaan yang berat dan berulang, yang seringkali melibatkan penanganan manual material dalam jumlah besar. Aktivitas seperti pengangkatan, pemindahan, dan pengaturan material secara manual menempatkan pekerja pada risiko tinggi mengalami cedera fisik, khususnya pada punggung, bahu, dan anggota tubuh lainnya. Cedera ini tidak hanya mengurangi produktivitas pekerja tetapi juga dapat menyebabkan ketidakhadiran kerja yang berkepanjangan dan peningkatan biaya perawatan kesehatan.

Penelitian ini memusatkan perhatian pada dua tahapan kritis dalam proses pertambangan: Crushing & Sizing dan Barge Loading. Tahapan-tahapan ini dipilih karena melibatkan sejumlah besar aktivitas penanganan manual, yang berpotensi menimbulkan risiko cedera yang signifikan. Untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi masalah-masalah ergonomi pada tahapan ini, peneliti menggunakan beberapa metode yang terbukti efektif dalam menilai risiko penanganan manual.

Metode pertama yang digunakan adalah Job Discomfort Survey, yang berfungsi untuk mengumpulkan data mengenai ketidaknyamanan fisik yang dirasakan oleh pekerja selama melakukan tugas tertentu. Survei ini membantu dalam mengenali area tubuh yang paling sering mengalami ketegangan atau cedera, yang dapat menjadi indikasi masalah ergonomi yang perlu segera diatasi.

Metode kedua adalah Manual Handling Checklist, yang digunakan untuk mengidentifikasi aktivitas penanganan manual yang memiliki risiko tinggi. Checklist ini membantu dalam menilai faktor-faktor risiko seperti frekuensi pengangkatan, berat material, postur kerja, dan jarak pemindahan. Dengan demikian, metode ini memberikan gambaran yang jelas mengenai aktivitas mana yang paling memerlukan intervensi ergonomi.

Selain itu, Decision Matrix (DM) digunakan untuk menyusun prioritas berdasarkan data yang diperoleh dari survei, wawancara dengan supervisor, dan data insiden yang terjadi di lokasi tambang. Metode ini membantu dalam membuat keputusan yang berbasis data untuk menentukan aktivitas penanganan manual mana yang harus diutamakan dalam evaluasi dan perbaikan.

Data penelitian dikumpulkan melalui berbagai pendekatan, termasuk wawancara mendalam dengan supervisor, penggunaan kuesioner Nordic untuk mengidentifikasi keluhan muskuloskeletal, dan analisis data insiden yang terjadi di lokasi tambang. Pendekatan ini memungkinkan peneliti untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai masalah ergonomi yang dihadapi oleh pekerja.

Hasil dari penelitian ini berhasil mengidentifikasi pekerjaan-pekerjaan yang memiliki risiko tinggi untuk menyebabkan cedera, terutama di area punggung bawah, dan memberikan rekomendasi konkret untuk perbaikan proses kerja guna mengurangi risiko tersebut. Beberapa rekomendasi yang diajukan termasuk desain ulang alat kerja, modifikasi prosedur kerja, serta pelatihan ergonomi bagi pekerja dan supervisor.

Penelitian ini tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi risiko cedera di industri pertambangan tetapi juga memberikan wawasan berharga tentang bagaimana pendekatan ergonomi yang sistematis dapat diterapkan di lingkungan kerja lainnya yang memiliki risiko serupa, seperti konstruksi dan ritel. Artikel ini juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pekerja, supervisor, dan manajemen dalam proses identifikasi dan penyelesaian masalah ergonomi, serta pentingnya pengembangan strategi perbaikan yang berkelanjutan berdasarkan temuan lapangan.

Secara keseluruhan, artikel ini menyarankan bahwa penerapan ergonomi yang tepat di industri pertambangan dapat meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja, sekaligus meningkatkan produktivitas pekerja dengan cara mengurangi insiden cedera terkait penanganan manual material. Dengan demikian, implementasi ergonomi bukan hanya menjadi sebuah kewajiban tetapi juga sebuah investasi yang menguntungkan bagi industri.

TUGAS PKKMB : Dian Ayu Novitasari

Komentar